Sepenggal renungan dari Mat Blogger Membaca kolom Klik di Tempo (25/07/08) tentang Bloger Pemula yang diasuh oleh Wicaksono (Mat Blogger), wartawan Tempo. Cukup menggelitik hati saya yang masih mengklaim pemula dalam dunia blog, ataupun dunia tulis menulis, jujur saja jemari ini belum terbiasa mangawetkan ide, peristiwa, atau keluh kesah lewat sebuah goresan pena atau pijitan jemari pada sebuah keyboard. Di kolom itu terdapat sepenggal narasi imajinatif yang membikin kepala saya setengah manggut-manggut maupun geleng-geleng.. “saya sering bingung, Mas. Mengapa saya sulit mengajak orang membuat blog?kenapa sih, tak semua orang sudi membuat blog? Saya jadi mikir, apakah kita perlu punya blog? Apakah setiap orang kudu ngeblog?” begitu Mat Bloger bertanya. ”wah, rupanya ada yang mulai putus asa, nih,” saya berkomentar. Mat Bloger nyengir. ”jangan khawatir. Mat. Orang yang baru mengenal blog, para pemula, memang kerap mengajukan pertanyaan semacam itu. Sebelum saya menjawab apakah setiap orang harus ngeblog, saya mau bertanya dulu. Apakah sampean punya passion setinggi Gunung Merapi? Sampean bergairah, baik dalam keadaaan susah maupun senang, tanpa peduli apakah minat itu akan diganjar keuntungan atau tidak. Apakah sampean menikmati proses menciptakan sesuatu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain? Lalu, apakah sampean menikmati dialog dan diskusi sepenuh hati? Kalau salah satu atau semua jawabannya ya, berarti sampean perlu punya blog. Sampean berpotensi menjadi blogger yang bagus. Mencoba menjawab pertanyaan itu, untuk saat ini masih diantara ya dan tidak... Lalu bagaimana kalau menurut temen2x semua... Tolong tinggalkan jawabannya sembari mampir...;)
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||








